Kulo
nuwooon,,
Hohohooo
Ternyata
dari beberapa comment yang telah di peroleh dalam post wa berjudul “Bisu dan Kelabu” kemarin, banyak
mengundang gosip baru tuh… Apalagi comment dari si onta arab, udah yang
pertama, ngasal pula ngasih commentnya,, /swt
Yaa,
tapi wa terima smuaaa comment dari tmen-tmen fn, nak-nak kosan, ampe anak
bontang juga ada, serta
lima dari delapan anak-anakku yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan
comment di blogs wa… thanks yoo, meskipun agak dipaksa dikiit seh… =D
Okeh,
sekarang penjelasan tentang puisi wa yang berjudul Bisu dan Kelabu,, sebelumnya wa liatin dulu deh draft nih puisi.
Byar pada percaya gitu kalo bener-bener wa yang buat,,

(klo mo liat klik ajah fotony…)
Puisi
ini dikerjakan hari rabu tertanggal 12 april 2006, pada saat kalkulus jam9~11
pagi… Puisi ini dibuat oleh seorang ayah bersama kedelapan anak-anaknya yang
sedang bete mendengarkan penjelasan dari bu dosen kalkulus,,
>>
Waah, parah nih ayah, ngajarin yang nggak bener ke anak-anaknya <<
Untuk
penjelasan siapa ayah dan siapa anak-anaknya, baca profil wa dooonks!! Untuk
selanjutnya kata wa diganti dengan ayah, alias aye, alias gw,, -halah-
Hmm,
klo mo dipersentase masalah siapa yang buat nih puisi, ayah sekitar 50 persen,
anak-anak ayah sekitar 30 persen, dan paman 20 persen + judul puisi. Jadi yang
bikin judul nih puisi Bisu dan Kelabu
tuh bukan ayah melainkan paman. Kita khan keluarga sakinah mawahdah warohmah
membawa berkah, jadi semuanya mesti kebagian deh… -halah-
(n_n)
Pada
puisi ini terdapat tiga orang yang menjadi bahan pembicaraan. Sebagai orang
pertama dalam puisi ini yaitu Adi dan Andy. Mereka berdua adalah orang yang
bego -halah- alias dudul. Kenapa dua orang? Karena pada paragraph ketiga
terdapat kata “kita” yang tidak lain adalah Andy dan Adi. Selebihnya disebut aku pada puisi ini,,
Kemudian
sebagai orang kedua -ada dech- sebut ajah Nini, nama sembarang, yang pada puisi
digantikan dengan kata kamu,,
Terakhir,
ada lagi sih orang ketiga kalo anda bener-bener paham nih puisi,, huehee
Pada
paragraph pertama dan kedua, menceritakan tentang seorang pria bernama Adi yang
harus rela menerima kenyataan kalau harus diputuskan
oleh Nini. Padahal mereka berdua telah menjalani susah senang bersama selama bertahun-tahun
(lebih dari setahun pokoknya). Pada awalnya Adi mengira kalau Nini hanya bercanda
mengatakan kata berhenti kepada Adi,,
namun setelah ditanyakan lebih lanjut, dengan penuh tanda tanya yang belum
sempat Adi ketahui, Nini memutuskan untuk berhenti hidup bersama Adi. Entah
kenapa Nini lakukan hal ini kepada Adi,, Adi merasa bahwa ia tidak pernah
melakukan sesuatu yang menyakiti hati Nini, walaupun ia pernah mengeluarkan
kata-kata yang sebenarnya bercanda, akan tetapi Nini menanggapinya secara
serius. Entah pada saat itu Nini sedang bete atau apapun itu, yang menyebabkan
Nini sakit hati.
Adi
benar-benar pasrah atas keputusan Nini tersebut. Ia terus bersedih setiap
harinya dan ingin sekali mengetahui apa sebab Nini memutuskan dirinya,,
Pada
paragraph ketiga, baris pertama hingga baris kelima (kecuali baris terakhir),
merupakan perkataan Andy untuk Adi agar ia tetap bersemangat menjalani hidupnya
yang masih panjang. -halah-
Sedangkan
paragraph keempat ini sebenernya adalah paragraph yang merupakan kata hati Adi.
“Walaupun masih banyak ikan di laut dan kura-kura
di darat”, seperti comment
yang diberikan oleh sodara ase, Adi tetap tidak bisa melupakan Nini. Karena Nini
adalah harta satu-satunya yang ia miliki.
Kemudian
paragraph kelima, yaa seperti pria-pria kesepianlah pokoknya, namanya juga
ditinggal wanita. Mana ada seh pria yang bahagia ketika ditinggal wanita?!
Hanya pria-pria yang bego dan dudul ajah yang bgitu,, hahahaa
Dan
dua paragraph terakhir merupakan The Last
Message from Adi to Nini,,
Kyaa
kyaaaa!! Kayaknya ntu deh yang bikin sedih ni puisi…TT…
Yap,
bgitulah sedikit penjelasan tentang “Bisu
dan Kelabu”, sebuah puisi romatis -halah- yang dibuat oleh seorang ayah
yang masih amatiran dalam hal sastra.
Iyalah,
wong ayah masuk elektro moso’ ngebahas sastra… Elektro, Elektro, Elektro!!
-apaan
seh-
Sekali
lagi terima kasih atas semua comment yang telah anda tulis di blogs ayah, semuaaaaa comment anda adalah benar!! Dan tidak ada yang salah!! Cuma salah
sasaran dikit gitu… Piss man!! =)
Hmm,
ada satu comment yang mengatakan kalau ‘ayah tidak seperti aslinya kalo membaca
puisi ini’, emang bener kok!! Ini puisi bukan untuk ayah, tapi buat si Nini
dari si Adi,,
Hebaat
euy bisa nebak!! Lagi hoki apaa emang pake perasaan tuh ngasih commentnya?
Hehehee…
=)
Jadi,
benarkah perkiraan anda? Hayooo, siapa yang ketipu? Siapa yang tertipu? Siapa
yang ditipu? Dan siapa yang menipu? hehehee
Mungkin
yang belum kejawab adalah siapa seh Adi, Andy, Nini?
Ada yang tau? Kalo yang udah ayah kasih tau
yaa jangan nge-post jawabannya atuh,, kagak seruuu ntar!! =)
Okeh?
Somebody said that Don’t Love With Your Heart, or You’ll Lose
Your Mind!! But Love With Your Mind, so You Can Use Your Heart!!
And he replied with But Now, I Wanna Get Her Out Of My Mind!! So
I Can Use My Mind For Another Think… Deal?
But Her
Still Carries On My Mind!! It’s Really Complicated!! Damn It!!
Pareng-pareng
mas,,
Der
Fater